Dharmawacana online Mangku Danu

Hari Saraswati PDF Print E-mail
Written by I W Sudarma   
Monday, 07 December 2009 04:15

my

 

Hari Saraswati, adalah hari raya untuk memuja Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) dalam manifestasi dan kekuatannya menciptakan ilmu pengetahuan dan ilmu kesucian. Hari Raya Saraswati merupakan piodalan Sang Hyang Aji Sarasswati atau turunnya Weda yang dirayakan setiap hari Sabtu Umanis Wuku Watugunung, yang jatuhnya setiap 210 hari sekali. Kekuatan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya menurunkan ilmu pengerahuan dilambangkan dengan seorang “Dewi”. Dewi Saraswati merupakan Dewi Ilmu Pengetahuan Suci, karena itu bagi para arif bijaksana, pelaJar dan kaum cendekiawan, Saraswati ini merupakan hari penting untuk memuja kebesaran  Hyang Widhi atas segala ilmu pengetahuan suci yang telah dianugerahkan itu.

            Dewi Saraswati merupakan sakti Brahma (manifestasi Hyang Widhi dalam hal mencipta), yang mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan. Dari ilmu  pengetahuan inilah timbul ciptaan-ciptaan baru yang ada di dunia, tanpa ilmu pengetahuan manusia tidak mungkin dapat menciptakan yang baru.

            Dewi Saraswati dilukiskan sangat cantik dan bertangan empat, yang masing-masing memegang Genitri, Kropak, Wina dan teratai serta di dekatnya terdapat burung merak dan angsa. Semua lukisan (lambang) di atas merupakan suatu simbul yang masing-masing berarti :

a.   Dewi (wanita cantik), ialah sebagai lambang bahwa sifat dari ilmu pengetahuan itu sangat mulia, lemah lembut, indah dan menarik.

b.   Genitri ialah lambang dari sifat kekekalan ilmu pengetahuan itu, tidak terbatas dan tidak akan ada akhirnya serta tidak akan habis untuk dipelajari.

c.   Kropak ialah lambang dari sumber ilmu pengetahuan.

d.   Wina, ialah lambang bahwa ilmu pengetahuan itu sangat mempengaruhi rasa yang sangat halus.

e.   Teratai, melambangkan kesucian Hyang Widhi dan merupakan simbul dari ilmu pengetahuan itu sangat suci.

f.    Merak ialah lambang sifat ilmu pengetahuan itu memberikan suatu kewibawaan kepada orang yang telah menguasainya.

g.   Angsa ialah melambangkan bahwa ilmu pengetahuan itu sangat bijaksana untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk.

 

         Secara tradisionil, Hari Saraswati dirayakan pada waktu pagi hari di Pura atau di tempat-tempat suci Hindu lain. Pada saat ini, semua yang mengandung sumber ilmu pengetahuan, baik kitab suci, buku-buku umum maupun lontar-lontar dipasupati dan dibuatkan banten Saraswati untuk mohon anugerah dari Hyang Widhi.

         Pada Hari Saraswati ini diadakan persembahyangan bersama dan para bijaksana biasanya melakukan tapa brata, yoga dan samadhi, yang kadang-kadang dilengkapi dengan monabrata yaitu tidak berbicara. Sedangkan di malam harinya diadakan malam sastra dan seni. Hal ini bertujuan untuk menghormati dan mengagungkan Hyang Widhi dan memohon anugrahnya, serta meneliti dan mengkaji secara teliti, sejauh mana kita mampu menjalankan ajaran suci dan ilmu pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Last Updated on Monday, 07 December 2009 04:31
 

Hand On Works But Heart On God

Latest Comments