Dharmawacana online Mangku Danu

Sepasang Angsa dan Katak PDF Print E-mail
Written by Mangku Danu   
Monday, 07 December 2009 02:28

Sepasang Angsa dan Katak



Musim kering telah tiba, sekelompok angsa bersiap-siap
terbang bersama meninggalkan sebuah danau yang mulai
dangkal untuk bermigrasi ke arah selatan ke sebuah
tempat dimana air mengalir.

Seekor katak yang gelisah memohon kepada sepasang
angsa yang sedang bersiap-siap agar turut membawa
serta dirinya.

"Bagaimana caranya agar kita bisa membawa serta kamu,
sementara kamu hanya bisa melompat?" jawab si
angsa jantan.

"Saya ada ide, kalian gigit erat-erat kedua ujung akar
rumput ini dan saya menggigit ditengah kemudian terbang
bawalah saya beserta kalian" Sahut si katak seraya
meletakkan sebuah akar rumput dihadapan mereka.

"Baiklah, itu sungguh ide yang hebat, kami setuju
terbang bersamamu" jawab si angsa betina disertai
anggukan setuju pasangannya.

Dan terbanglah mereka dengan membawa si katak yang
tergantung ditengah akar rumput yang digigitnya.

Di bawah sana banyak orang berdecak kagum keheranan
serta memuji melihat kecerdikan mereka bertiga.

Sampai kemudian tak luput dari angsa lain yang
terbang bersama mereka juga turut memuji dan salah
satunya berkata "Kalian bertiga sungguh cerdik,
siapa yang punya ide secemerlang ini?"

"Ide saya" sahut si katak dengan spontan membuka
mulutnya dan seketika itu lepaslah gigitannya dari
akar rumput dan dalam sekejap tubuhnya meluncur
deras ke bumi, hancur menghantam bebatuan di
bawah sana.

 
Pepatah mengatakan, "Tutuplah mulutmu maka orang
takkan tahu seberapa tahunya kamu dan bukalah
mulutmu maka mereka takkan meragukan ketidaktahuanmu"

Pepatah itu benar adanya, tapi bayangkanlah apa saja
yang akan hilang seandainya tak ada yang buka mulut.

"Hikmahnya adalah tentang kapan waktu yang tepat untuk
berbicara dan kapan waktunya menjadi pendengar
yang baik"

 

Hand On Works But Heart On God

Latest Comments