Orang masuk Hindu dilarang memperlihatkan ketiak

E-mail Print PDF

Beberapa minggu belakangan milis Peradah Indonesia di ramaikan dengan diskusi yang sedikit unik dan sensitif. Ya, dapat dikatakan sensitif karena cukup mengundang emosi yang kadang dibumbui oleh egoisme. Seorang anggota yang menggunakan email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it membuka sebuah diskusi sebagai berikut:

Swastyastu, Sering kita dengar , banyak umat Hindu yang pindah ke agama lain. Namun kadang terdengar juga kabar ada orang yang dulunya Hindu, kemudian pindah ke agama lain, namun akhirnya memutuskan kembali ke Hindu. Ada juga kasus orang orang yang dari lahir dan dibesarkan di keluarga non Hindu. Namun akhirnya memutuskan untuk memeluk Hindu…

Yang ingin saya tanyakan.. Kira-kira ada tidak diantara teman-teman milist ini yang pernah menyaksikan secara langsung orang yang akhirnya memeluk Hindu. Kira–kira apa motivasi mereka. Atau kira-kira apa yang membuat mereka tertarik memeluk Hindu.

Ya kaliaja info teman-teman semua bisa menambah wawasan kita semua. Karena yang selama ini saya saksikan secara pribadi adalah orang pindah ke Hindu hanya karena faktor pernikahan.

Tak berselang lama, email tersebut sudah mendapatkan respon yang cukup banyak dan tanggapan beragam pun bermunculan.

om svastyastu, Saya punya pengalaman yang sangat menyedihkan kalo diingat.Beberapa
bulan yang lalu mantan saya kawin lari dengan seorang lelaki
muslim,dia ternyata mengucap kata putus karena memilih lelaki itu.Saya
bingung apa motivasinya. Padahalkan kalo mau kawin sama saya dia masih
beragama Hindu. [ This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ]

Om HAri Om, Saya tinggal di jerman , memang ada beberapa umat hindu bali , yang tinggal disini , dan mereka berpindah agama , islam atau kristen , alasanya cukup beragam..
Tapi sangat banyak orang jerman yang mendalami ajaran hindu , dan kami punya Asram dan akan melahirkan Swami- Swami yang berjiwa Hindu, walaupun hindu yang mereka anut adalah hindu india .
Saya tidak terlalu memusingkan umat hindu yang berpindah agama, apapun alasanya. Saya lebih memperhatikan mereka yang datang dan merasa bahagia dengan keputusanya untuk memperdalam agama hindu . Sebagian besar mereka yang datang karena getaran yan kuat dari Atman mereka , untuk dibersihkan.
Banyak dari mereka mempraktekan Japa dan bekerja tanpa bayaran di Asram.

Menurut mereka , agama hindu memiliki ajaran yang sanagt sempurna, hanya saja kesempurnaan tersebut membuat mereka kesulitan untuk memahami banyak hal ... tapi sepertinya ( menurut saya ) hal ini membuat mereka ingin belajar dan belajar terus ,. dan memperdalam.. Banyak dari mereka memilih Raja dan Jnana Yoga untuk mencapai kesempurnaan .. tapi beberapa memilih Bhakti dan Karma.. setiap hari jam 6 sampai 8 pagi mereka melakukan puja ,, dan menyanyikan mantram ( termasuk saya) , juga jam 8 - 10 malam .. mau info lebih banyak lagi ??

Saya rasa mereka yang datang dan mengikuti ajaran Hindu , lebih tahu banyak dari saya , yang dibesarkan dan didik dalam lingkungan Hindu [ This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ]

Osa, Benar, kita sering hanya menjadi tempat penampungan 'mayat' karena si ortu tak lagi punya keturunan yang mau membuat prosesi kmatian seperti yang dinginkannya, sesuai dengan agama yang dianut (Hindu). Ada beberapa yang kemudian pasrah daripada merepotkan sudara yang masih Hindu, akhirnya ikut cara prosesi sesuai dengan agama pewarisnya.

Saya punya kakak ipar yang istri dan anak-anaknya beragama non-Hindu, sudah terbayang masalah yang akan muncul kalau suatu saat 'suargi.'  Kalau minta diupacarai secara Hindu, pasti ia hanya akan menyulitkan sudara-sudaranya, walau mungkin juga akan dilalukukan. Almarhum mertua saya pernah menyarankan ikut saja agama istri. Tapi ia tak bisa.

Mungkin kita prlu juga mengembangkan model 'Yayasan Kematian' seperti yang dimiliki orang-orang Kristen, sehingga bagi mereka yang 'sebatang kara'  dan tetap Hindu akan ada yang 'memuputnya' nanti ketika tugas di dunia yang fana ini selesai. Bagaimana pun mereka toh tetap sebagai Hindu.

Di lingkungan saya tinggal, ada beberapa kasus yang berkaitan dengan ini. Si bapak tinggal sendirian beragama Hindu dan rajin pula beribadah tanpa ditemani anak istri yang memang beragama lain. Pada saat meninggal kadang jadi rebutan. Keturunan ingin melakukan prosesi sesuai agamnya. Jadi orang yang sudah matipun harus 'diagama non hindukan dulu (biss diislamkan, dikristenkan biasanya), sehingga syah diupacari sesuai dng agama anak-anaknya.

Ada kasus menarik ketika seorang bapak yang meninggal sebagai Hindu diupacari dengan sesuai dengan agama keturunanannya. Seminggu kemudian, konon almarhum mencari istrinya dan mengancam akan mengajak istrinya ikut 'mati'. Akhinrya, istri almarhumpun jadi Hindu dan diikuti oleh anak-anaknya.

Akan tetapi, kita tentu tidak berharap ini akan selalu terjadi.
Mari kita bahas lebih komperehnsif, kalau masalah ini kita anggap sebagai masalah serius.
Suksma [ This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ]

OSA, aya tertarik dengan artikel ini, sama halnya ketika
muncul banyak pertanyaan yang akhirnya di jawab dengan
Magis.

Ada banyak cerita - cerita unik yang pernah saya rasakan
dan banyak kejadian Aneh ketika ada pasangan nikah beda
Agama (sang ayah Hindu) saat meninggal di lakukan prosesi
secara non Hindu, sering kejadian aneh sang Roh tetap
minta di Aben walaupun badan kasarnya telah rapuh di makan
bumi.
Atau akibat seorang yang tidak aktif di Banjar ketika
meninggal dan sudah Bau tidak ada yang mau datang sehingga
pihak keluarga bingung.
Pada suatu lokasi saat terdapat umat Hindu minoritas dan
tidak terdapat sebuah tempat kremasi apakah mayat tersebut
harus kita bawa ke Bali sementara kondisinya tidak
memungkinkan secara finansial.

Cerita - cerita seperti inilah yang dapat distimulasi umat
lain untuk melakukan penetrasi saat dirinya goyah
keimanan, dengan bahasa akan datang Juru Selamat jika
engkau ikut kepadaku. Atau ikut aja sama aku kan nanti
sorga telah menunggu. Ich Ribet amat sich keyakinan kamu ?

Perlu di bahas secara komprehensif mengenai konsep Upacara
Ngaben yang berlaku secara nasional sistematis, lebih
informatif dan tentunya ekonomis sesuai dengan
perkembangan jaman tanpa mengurangi unsur sastra dalam
Wedha (Exs:Upacara manusia Yadnya Masal : Ngaben Massal,
Potong gigi massal).

Kedepan kita semua mampu menjawab secara simplematis
dengan tetap berorientasi pada Wedha. [ This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ]

 

Sedangkan di milis KMHDI ramai dibahas kelanjutan dari undang-undang Pornografi yang telah di sahkan oleh pemerintah Indonesia. Diskusi dibuka oleh This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dengan spesifit isu pelarangan 3G jaipongan Jawa barat. Dengan judul yang sedikit menggelitik, Gubernur Jabar Minta Penari Jaipong Tutup Ketiak dan Kurangi 3G, member milis KMHDi tersebut mengungkapkan sebagai berikut:

Swastiastu, Perkmbangan info yg berkaitan dengan UU Pornongrafi, di bandung terdengar kabar bahwa Tari Jaipong mulai di larang. Tapi itu baru sebatas isu... berita berikut yang resmi dilansir berkaitan dengan Tari Jaipong ini. Hanya saja, kok dari alasannya terdengar kekanak2an ya... Masa Ketiak termasuk bagian aurat??apakah orang akan terangsang bila melihat ketiak?hmm... kalo ada yg bisa terangsang, aneh juga ya... hehehe

Bagaimana menurut teman2 mengenai berita di bawah ini?

 

Diskusi dengan topik ketiak penari jaipongan pun di tanggapi beragam, dari yang hanya iseng memberi komentar hongga yang cukup dalam membahasnya, lihat beberapa tanggapan yang terlontar:

 

OM Swastyastu, Di kemarin dan hari ini, di Bandung, isu ini belum begitu diketahui oleh warga, mungkin masih pada tataran elit. Bisa saja isu ini dipolitisasi menjelang pemilu...

koq UU P gak begitu santer lagi dibicarakan ya... [ This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ]

mujdah2an Gubernur Bali nggak aneh2 kaya Gubernur Jabar ya. Tarian Timur Tengah malah lebih parah (tari perut) nah yang lagi ngetrand sekarang aja dilarang bellydance itu, kursus goyang2 cacha yang pake acara peluk2an sama partner cowok...kalo tari tradisional ya lihat2 dulu deh, sepanjang cuma kostum aja mah nggak usah dipikirin wong itu kan warisan leluhur, cuma utk gerakan2 erotis aku jg nggak setuju model goyang patah2 krn terlalu erotis aja....tp kalo gerakan tari tradisional rasanya masih wajar2 aja...erotis tapi anggun nggak murahan kaya dangdut goyang patah2/ngebor, dsb...[ This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ]

OSA, Saya pikir walaupun itu semua penari dibungkus badannya pake karung ato kain macam pocong kalo semua pria di Indon ini mikirnya ngeres dan jorok ya tetap aja jadi porno itu para penari. Kalo semua pejabat Indon bertingkah aneh macam Gubernur Jabar ini saya yakin lama-lama Indon ini bisa bubar lagi macam jaman RIS dulu masing2 daerah jadi negara sendiri. Mbok ya itu gubernur dan jajarannya sekali2 turba lihat ke bawah ada masalah aktual apa di kalangan terbawah misalnya aja banyak jalan hancur di daerah bekasi sana yg ngga jelas kapan mau dibenerin atau banyak daerah di bekasi yg kena banjir dan ngga usah ngurusin hal-hal omong kosong. Di Kaskus aja banyak banget kawan saya yg berasal dari kalangan Muslim juga heran dgn berita ini secara masih banyak masalah kesejahteraan rakyat yg blm tersentuh.[ This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ]

biaasa...org yang tidak pernah tahu gmn cara menari maka semua gerak seakan-akan merupakan keinginan si penari semata.
padahal tarian tradisiona penuh dengan pakem/agem/atau apapun namanya yang tujuannya memunculkan keharmonisan, keindahan dan kebermaknaan tarian..kalau saja gubernur pernah belajar menari, maka dia akan tahu bahwa tidak segampang melihat semua gerakan yang diperagakan oleh penari. dan nilai sebuah gerakan berujung pada kesempurnaan gerakan...
dan kalau itu adalag menggeol, maka geolannya harus lah geolan yang indah dan sesuai dengan hentakan gamelan...
dan kalau dikurangi..para penikmat seni akan tahu bahwwa penanri hanya setengah hati dan asal gerak..
hah..siapa sih yang dibilang penonton risih itu...
kalau saya ketemu dengan org itu atao pak gubernur akan saya bilang..
pak tolong tariannya yang dilihat semuanya jangan hanya ketiak dan pantat saja,,
salam pak gubernur...jangan ngomong seenak ketiakmua saja ehe seenak udel sj..
hidup warisan leluhur yang luhur...
fuck org-org sok moralis yg ga tahu beda antara org lain yang tidak sopan atau kita yang tidak bisa mengendalikan nafsu...[ This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ]

hwakakakaka...ga usah esmosi jiwa gtu donk pak arda...nyante saja..sy aja nyante kok meski UU pornografi dah diteken pak presiden, krn UU brekele macam bgitu ga bkal brtahan lama kok...secepatkilat pengesahaannya...secepat itupula orang melupakannya...
itulah macan ompong...sangar diluar..tp melempem di dalam..krn gbs jadi aturan yg dipatuhi masyarakatnya sepenuh hati.
soal ketiak..xixixixi...ketiak spa tuh?? weleh2...gubernur kok pusing dgn ketiak orang ya?? penting banget ya??
yaaahhh...selalu saja perempuan jd obyek eksploitasi...baik dlm bentuk wacana buat kepentingan politik semata, maupun menjadi korban yg disubordinatkan dalam segala hal....[ This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ]

 

Lalu, apa yang hot di milis-milis Hindu lainnya? Nantikan hanya di www.cyberdharma.net

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Banner

Member Login



Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday243
mod_vvisit_counterYesterday493
mod_vvisit_counterThis week3685
mod_vvisit_counterLast week4170
mod_vvisit_counterThis month1907
mod_vvisit_counterLast month15154
mod_vvisit_counterAll days160210

Online (20 minutes ago): 13
Your IP: 38.107.191.109
,
Today: Sep 04, 2010