Di tengah berita 'perang bintang' lembaga hukum Indonesia yang begitu menyita perhatian dan selalu menjadi headline di hampir semua media, di salah satu milis Hindu muncul posting yang cukup mengejutkan. Dari judul posting pun sudah terlihat aroma yang tersaji dalam barisan kalimat yang ditulis penuh harap plus bumbu emosi. Meskipun tidak banyak komentar yang menanggapi, namun popularitas berita ini cukup banyak dibaca. Entah sedang melakukan penelusuran atau memang membenarkan apa yang terjadi, umat Hindu nampaknya cukup berhati-hati dalam mensikapi masalah tersebut. Berikut posting lengkapnya:
Om Swastyastu, Pertama-tama, ijinkan saya menyampaikan keluh kesah secara pribadi kepada pengurus PHDI Puasat, dan maaf bila hal ini kurang berkenan. Sebagai umat Hindu, saya terkejut sekali hari ini Kamis 29 Oktober 2009 pukul 6:30 tadi pagi, menyaksikan siaran acara di TRANS TV, kalau tidak salah judulnya Penelusuran/ Perjalanan Tiga Wanita nama pembawa acaranya sdri Dila, Dina ( pakai kerudung). Kemasan acaranya secara ringkas adalah menelusuri tempat-tempat yang mereka anggap angker. Lokasi shooting ; air terjun di daerah Jawa Tengah( maaf saya lupa namanya), Goa Istana di Alas Purwa Jawa Timur dan Air Terjun di Sungai Petanu Gianyar Bali.
Di lokasi Jawa Tengah, ditayangkan orang-orang sedang sembahyang dengan sarana kembang, dupa dan sesajen, dari pengamatan saya bahwa ini jelas sembahyang ala Hindu Jawa. Berikut adalah di Goa Istana Alas Purwa, disana jelas sekali ditayangkan wujud Pura didalam Goa, karena ada tempat pelinggih, ada Batu Lingga dengan kain kuning dan Sanggar Pemujaan seperti Pelangkiran tetapi agak besar dari kayu berukir, dan ada kembang, dupa serta sarana lainnya, dan semua ini sudah pasti tempat pemujaan umat Hindu.
Yang mengejutkan adalah, adanya kalimat-kalimat yang terasa melecehkan umat Hindu, karena mereka memberi komentar dengan ayat ISLAM. Pada saat adegan orang sedang sembahyang dengan dupa dan bunga,
dikomentari dengan kalimat : Ya Allah, sadarkanlah saudara kami ini dari jalan sesat, haram dan seterusnya....(maaf saya tidak hafal seluruh kalimatnya).
Acara seperti ini tentunya akan berdampak tidak baik dalam membina kerukunan umat beragama, dan lebih mengundang terjadinya SARA, untuk itu agar pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia di Pusat dapat menindak lanjuti permasalah ini ke TRANS TV, dan juga dilaporkan kepada badan sensor TV, DIRJEND BIMAS HINDU, dan Departemen terkait lainnya.
Demikian disampaikan, semoga hal-hal yang sering melecehkan umat Hindu mendapat perlindungan dari pemerintah, dan saya percaya sebagai umat Hindu bahwa hukum Karma Phala akan selalu berlaku didunia ini.