Tabungan Karma Baik

E-mail Print PDF
Ri sakwehning sarwa bhuta, iking janma wwang juga wenang gumawayaken subha asubha karma, kuneng panentasakena ring subhakarma juga ikang asubhakarma phalaning dadi wwang.( Sarasamuscaya 2)
Artinya : Di antara semua makhluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk, leburlah ke dalam perbuatan baik, segala perbuatan yang buruk itu, demikianlah gunanya (pahalanya) menjadi manusia.
 
            Banyak cara yang ditempuh oleh seseorang dalam mengelola harta kekayaannya. Agar aman dan nyaman serta tentunya bertambah banyak, harta kekayaan itu ditabung di Bank, membuka usaha, investasi tanah, kebun dan sebagainya. Namun, sebesar apapun nilai harta kekayaan yang dimiliki itu, bila dalam mengelolanya tidak proporsional dan profesional, apalagi dari hasil memeras atau korupsi pasti akan habis.
            Satu-satunya tabungan selama hidup yang tidak pernah bisa habis dan tidak bisa dicuri adalah tabungan karma baik. Tabungan karma baik adalah jalan yang benar untuk mencapai kesadaran diri artinya sadar bahwa hanya kelahiran menjadi manusia saja yang dapat menolong dirinya dari keadaan sengsara dengan jalan berbuat baik. Seseorang yang tidak maumelakukan perbuatan baik, (orang semacam itu) dianggap sebagai penyakit masyarakat, apabila ia meninggal dunia, maka ia dianggap sebagai orang sakit yang pergi ke suatu tempat dimana tidak ada obat-obatan, kenyataannya ia selalu tidak dapat memperoleh kebahagiaan dalam segala perbuatannya.
            Zaman kaliyuga seperti sekarang ini manusia sepertinya kehilangan viveka (baca Wiweka) atau pertimbangan baik buruk, mereka nampaknya sulit membedakan mana karma (perbuatan) baik yang perlu dilakukan dan mana karma yang tidak baik yang tidak perlu dilakukan. Seseorang yang melakukan tindakan yang tidak baik, tanpa memperdulikan hati nurani dan kemanusian, ganjarannya pasti mendapat cacian, hujatan, hinaan, dan akibatnya memunculkan berbagai masalah bagi dirinya dan bagi orang lain. Dan yang lebih parah lagi, seseorang yang melakukan karma baik pun diperlakuan hampir sama yaitu mendapat teror, ancaman dan bahkan tindakan kekerasan.
Mengapa demikian ? , salah satu sebabnya adalah karena mereka tidak memahami konsep karma dan kurang memahami bagaimana hidup di dunia ini dengan mengikuti ajaran Veda. Mantra suci Yajurveda, 25.14 mengajarkan : “ A no bhadra kratavo yantu visvato adabdhaso aparitasa udbhidah, Deva no yatha sadamidvrdhe asannaprayuvo raksitaro dividive “ artinya : “ Oh Tuhan, semoga datang karma yang baik, bebas dari hujatan-hujatan dan hasil karma yang muncul dari budi tidak sebaliknya. Karma yang timbul dari budi kita selalu akan mendapatkannya. Semoga para sarjana membantu untuk kemajuan kami, dan setiap hari melindungi kami tanpa rasa malas “.
Dalam perjalanan hidup menuju pendakian spiritual, adalah sesuatu yang wajar. seseorang mendapat berbagai macan cobaan dan godaan. Namun, orang tersebut harus tetap teguh memegang kebenaran dan semua tindakan tersebut langsung datang dari hati (budi) yang tulus dan suci. Perlu diusahakan supaya mengendalikan hawa nafsu, sepuluh banyaknya yang patut dilaksanakan. Perinciannya, gerak pikiran (manasika) tiga banyaknya, ucapan (wacika) empat jumlahnya, gerak tindakan (kayika) tiga banyaknya
Perincian sepuluh hawa nafsu yang harus dikendalikan, tiga gerak pikiran antara lain; tidak ingin dan dengki pada kepunyaan orang lain, tidak bersikap gemas kepada segala mahluk, dan percaya akan kebenaran ajaran karmaphala ( hukum sebab akibat), apa yang ditanam itulah yang akan dipetik. Empat gerak ucapan yang harus dikendalikan yaitu perkataan jahat, perkataan kasar menghardik, perkataan memfitnah, dan perkataan bohong atau dusta.Tiga gerak perbuatan yang tidak patut dilakukan yaitu membunuh, mencuri dan berbuat zina.
Walaupun kesepuluh jenis hawa nafsu tersebut sangat sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seyogyanya janganlah hal itu dianggap sebagai penghalang untuk berbuat baik dan harus terus berusaha sampai berhasil. Sebab yang membuat orang dikenal adalah perbuatannya, pikirannya dan ucapan-ucapannya, hal itulah yang sangat menarik perhatian orang. Oleh karena itu, manfaatkanlah hidup yang sangat singkat ini untuk berpikir positif, berkata-kata dan berbuat yang baik serta suci sebagai tabungan karma baik untuk bekal menuju alam kematian.
 
Oleh : IB. Heri J.
Sumber : pontianakpost.com

Comments
Add New Search
Arta  - Karma Baik     |203.153.24.xxx |2008-09-30 00:04:59
Jadi, mari kita berlomba untuk menabung karma baik
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Banner

Member Login



Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday439
mod_vvisit_counterYesterday613
mod_vvisit_counterThis week3578
mod_vvisit_counterLast week4844
mod_vvisit_counterThis month22331
mod_vvisit_counterLast month31995
mod_vvisit_counterAll days142317

Online (20 minutes ago): 26
Your IP: 38.107.191.105
,
Today: Jul 30, 2010