Hindu sangat toleran dan artinya umat Hindu di Bali tidak diragukan lagi tentang sikap pengertian dan sikap menghormati antara perbedaan keyakinan yang bermukim diwilayahnya, akan tetapi umat yang lain sudahkah berlaku hal yang sama terhadap umat Hindu kita selaku tuan rumah, dan mereka menjalankan kode etik selaku tamu? Meningkatnya jumlah populasi bisa dilihat maraknya rumah-rumah ibadah umat Islam dan Kristen di Bali. Umat lain (Kristen dan Islam) sangatlah mudah sekali untuk mendirikan rumah ibadah di Bali. Akan tetapi umat kita di Jawa atau di tempat lain di Indonesia sudahkah mendapatkan pelayanan yang sama? Tentu tidak jawabannya seperti halnya kasus pembongkaran Pura yang terjadi di Lombok. Peningkatan tempat peribadatan umat Islam dapat dilihat dari tahun 1997 yang dulunya 524 menjadi 584 tahun 2002 dan tahun 2007 berjumlah 778; jumlah peribadatan umat Kristen tahun 1997 yakni 101 naik pada tahun 2001 menjadi 126 dan pada tahun 2007 sejumlah 181 (BPS 2000, 2007 dan Bappeda 2003). Itu dulu sekian jumlah tempat peribadatannya tahun-tahun kedepan tidakkah bertambah lagi? Hindu memang fleksibel dan Shanti/cinta damai akan tetapi ada koridor tertentu yang mesti kita pakai sebagai parameter. Umat Hindu di Bali sekarang mesti tegas!!!
Kalau dari sisi populasi umat Hindu kita di Bali kurang, tidakkah nantinya di Bali akan terjadi sejarah Majapahit yang kedua? Dimana dalam perjalanan sejarah tersebut pada saat runtuhnya Majapahit umat Hindu kita yang berada di sana mereka terdesak dan termarginal, mereka bermukim dilereng pegunungan, masih bisa kita temui eksistensi mereka sampai sekarang. Dan juga kita mesti flashback umat Hindu yang di Bali juga mengalami hal yang serupa mereka juga terdesak dan termarginal tinggal dipelosok atau dipedalaman ini juga masih bisa kita temui sampai sekarang komunitas mereka yakni seperti di Trunyan diwilayah kabupaten Bangli, Tenganan di Karangasem, dan Sidatapa di Buleleng. Keadaan ini disebabkan karena migrasi-eksodus umat Hindu dari Jawa ke Bali karena Hindu di Jawa populasinya sedikit dan hanya di Bali yang masih kerajaannya kuat pada waktu itu menganut Hindu yakni pada saat pemerintahaan Dalem Waturenggong raja Klungkung. Umat yang beragama Hindu merupakan fondasi, akar, dan jiwa dari eksistensi Agama Hindu di Bali, kalau umat Hindu di Bali dominasinya menurun, maka eksistensi dari Agama Hindu di Bali akan ada dalam tanya besar.