Halo Mbah Kakung, Panggil saja saya Yanto. Saya pria 31 tahun yang sejak 8 tahun lalu mengais rejeki di Jakarta. Saya lahir dan di besarkan di Bali oleh kedua orang tua yang semuanya dari suku Bali, karena itulah saya juga menggunakan nama Bali. Saat kuliah saya merantau ke kota Surabaya. Karena nilai dan pertasi saya yang tidak mengecewakan, setelah tamat kualiah saya diterima kerja diperusahaan di Jakarta.
Setelah beberapa lama bekerja, saya tertarik dengan rekan ditempat berkerja, seorang gadis yang menurut saya adalah yang paling sempurna yang pernah ada. Setelah hampir 1 tahun pacaran, kami pun merencanakan hal yang lebih serius, menikah. Perdebatanpun terjadi karena kami memeluk agama yang berbeda. Karena dia bisa menjelaskan dengan begitu detail dan masuk akal, sedangkan saya tidak, ditambah rasa cinta saya yang begitu besar, saya pun memutuskan untuk ikut dan belajar agamanya. Sayapun di sunat dan dibimbing oleh seorang pemuka agama yang begitu hangat dan sabar membimbing saya.
Setelah 5 tahun, saya pun sudah bisa dan terbiasa menjalankan ibadah agama baru saya. Namun beberapa bulan lalu terjadi hal yang membuat saya bingung, dia memutuskan untuk menikah dengan pria lain, pria yang katanya pilihan keluarganya. Kondisi saya jadi tidak stabil, kerja tidak maksimal, sering melamun dan jadi jarang beribadah (puasa pun saya tidak penuh seperti tahun-tahun lalu). Kondisinya diperburuk, karena sampai sekarang keluarga saya belum tahu kalau saya sudah tidak beragama Hindu, mekipun saya bisa beralasan karena ada paman saya juga berganti agama dan sukses. Bisakah Mbah Kakung memberikan nasehat, apa yang sebaiknya saya perbuat? Terimakasih sebelumnya.
Yanto via email
Bagi umat yang ingin berkonsultasi dengan Mbah Kakung, silahkan kirim permasalahan, pertanyaannya dll ke
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it