Permintaan di Bakar setelah meninggal

E-mail Print PDF

Halo Mbah Kakung, kami ada masalah keluarga, mohon saran dan pendapatnya. Ibu Saya dalam keadaan sakit dan sudah keluar masuk rumah sakit. Dokter mengatakan penyakit ibu merupakan komplikasi, selain usianya yang sudah tua. Kami sekeluarga sudah sekuat tenaga untuk kesembuhannya, namun sejauh ini masih sering keluar masuk rumah sakit. Kami juga sudah berusaha pada pengobatan alternatif, dan hasilnya belum begitu menggembirakan. Pada salah satu pengobatan akternatif malah muncul saran agar kami melakukan upacara ritual berbau Mistis.

Kerisauan kami bertambah karena belakangan ini Ibu sering sekali mengatakan ia akan meninggal tidak lama lagi, dan berpesan agar kami tetap rukun. Ibu juga meminta agar jasatnya dibakar seperti pembakaran mayat orang Bali. Bukan hanya sekali, tapi Ibu sudah memintanya beberapa kali. Hal ini berat dan tidak mungkin kami lakukan, mengingat kami bukanlah penganut Hindu.

Memang, Ibu dan bapak memiliki sedikit sejarah dengan Hindu dan Bali. Ibu adalah suku jawa yang sebelum menikah dengan bapak merupakan penganut Hindu Jawa. Sedangkan bapak merupakan suku Bali namun tidak beragama Hindu.

Kemungkinan besar kami tidak bisa melakukan permintaan Ibu kelak ia meninggal, tetapi kami sekeluarga masih berusaha mewujudkan pemintaan Ibu (saat ini kami menyanggupi agar Ibu merasa tenang). Dalam kasus ini, adakah saran dari Mbah Kakung dan rekan-rekan yang beragama Bali, apa yangsemestinya kami lakukan?

Terimakasih sebelumnya

MUS

 

NB: Mbak MUS, cyberdharma.net mohon maaf karena baru memuat email ini karena ada sedikit masalah teknis.

Bagi umat yang ingin berkonsultasi dengan Mbah Kakung, silahkan kirim permasalahan, pertanyaannya dll ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Comments
Add New Search
Fajar Dewi  - Kremasi saja...   |Administrator |2009-06-20 02:48:55
Hallo Mbak MUS,

Semoga pada saat sy menulis komen ini, Ibunda masih ada bersama keluarga yah.
Saran saya sih, kalau tidak ingin secara jelas diperlihatkan ngaben secara hindu, ya kremasi
saja.
Sekarang sudah banyak rumah kremasi yang memungkinkan pelaksanaan pembakaran jenasah dengan efektif dan efisien.
^_^ Selamat mempertimbangkan yah.
Putu  - mungkin memang harus ikut cara Hindu     |202.155.14.xxx |2009-06-11 21:47:28
Halo Mbak MUS,

Cerita spt itu pernah jg terjadi pada beberapa pihak. Macem2lah ceritanya. Menurut saya, anak yg baru lahir gak jauh beda ama orang yg hendak meninggalkan dunia ini. Intinya mereka
tahu apa yg diinginkannya, meski terkadang sulit menyampaikannya.

Saran saya, selama ibunya Mbak MUS merasa "nyaman" dengan keinginannya, tidak ada salahnya mengikuti keinginan ibu Mbak
MUS. Tapi kalaupun Mbak MUS kekeuh akan prinsip pribadi, itu urusan lain.

Semoga bisa membantu..........
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Banner

Member Login



Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday101
mod_vvisit_counterYesterday496
mod_vvisit_counterThis week101
mod_vvisit_counterLast week3518
mod_vvisit_counterThis month9208
mod_vvisit_counterLast month12092
mod_vvisit_counterAll days43117

Online (20 minutes ago): 7
Your IP: 38.107.191.84
,
Today: Mar 20, 2010