Khawatir Agama Buah Hati

E-mail Print PDF

Mbah Kakung,
Saya Ning (27), saya telah berkeluarga lima tahun lalu dan telah dikarunia dua orang Putra. Diawal akan berumah tangga kami sepakat untuk mempertahankan Agama kami masing-masing, karena kami bersikeras tidak ada yang mau mengalah, meskipun acara pernikahan secara agama suami saya. Hal ini juga yang membuat orang tua saya tidak memberikan restu meskipun luluh setelah hadirnya cucu. Lima tahun pernikahan kami pun berbahagian seperti pasangan lainnya.

Namun kebahagiaan itu kini mulai terusik saat suami saya secara tidak langsung melarang buah hati kami untuk saya ajak ke Pura, padahal kesepakatan awal bahwa anak diberi kebebasan untuk Agama yang ia inginkan. Kekawatiran saya bertambah saat suami saya mengatakan akan mengirim putra bungsu kami untuk diasuh oleh keluarga suami saya. Sementara putra sulung kami telah masuh di kelompok bermain yang berbasis agama suami saya. Ia juga sering bertanya kepada saya mengapa saya tidak menjalankan ibadah seperti yang dilakukan oleh ibu gurunya di sekolah.

Saya kawatir buah hati saya tidak mendapatkan pengetahuan Hindu dan agama suami saya secara berimbang dan akhirnya tidak satupun dari mereka memilih Hindu. Mbah Kakung, bila keputusan saya untuk menikah dengan cara yang demikian merupakan sebuah kesalahan, maka saya ingin kesalahan yang kedua tidak menimpa saya dimana masa tua saya penuh derita diasingkan oleh buah hati saya. Mungkin saat itu saya bisa pulang dan tinggal di keluarga besar saya, namun itu pilihan yang pedih karena seperti menjilat ludah sendiri yang sudah keluar. Mohon masukan dan sarannya.

Ning via email

NB: Mas Dane, saya percayakan privasi saya padamu

Bagi umat yang ingin berkonsultasi dengan Mbah Kakung, silahkan kirim permasalahan, pertanyaannya dll ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Comments
Add New Search
Fajar Dewi  - Tarik, sekarang juga!!   |Administrator |2008-10-25 18:05:12
Mumpung masalahnya belum berlarut,

Sy sarankan Mbak Ning agar menarik buah hati mbak sekarang juga!
As soon as possible!
Pilihannya hanya dua, anda kehilangan anak, atau kehilangan suami.
Anda
mau pilih yg mana?
Bawa kabur saja anak2, anywhere u can go.
Tempat dmana mbak ning bisa mendidik anak2 secara hindu.

Hindu itu ajaran berbasis dharma,
bukan berbasis larangan&hukuman,
Inilah
yg sepatutnya dijalani oleh setiap umat.

Shanti,
Sw33t  - Hidayah telah menghampiri   |202.155.93.xxx |2008-10-22 21:12:29
Jika suamimu non-muslim, saya no comment, namun bila sebaliknya, berikut saran saya:

Mbak Ning, Hidayah telah menghampirimu, mengapa tak dihiraukan. Putra mbak Ning yang masih kecil saja sudah
mengerti akan Hidayah dan hidup yang lebih baik. Cukup mengherankan ketika kaum kafir berbondong-bondong mencari hidayah, mbak Ning malah menolaknya.

Merupakan tindakan tepat jika mbak Ning ikut
agama suami, karena itu jalan yang terbaik. Segala rahmah dan kemudahan akan menghampiri keluarga sakinah. Dan neraka merupakan ganjaran yang tepat bila memurtadkan anak yang basih putih.
iwyrobi  - harus menjadi contoh bagi anak.     |202.81.54.xxx |2008-10-22 15:52:15
hal yang sangat rumit. saya jg mengalami tapi bedanya istrisaya mau masuk hindu, walau sembunyi-sembunyi untuk menjaga hati ibu mertua. ibu mertua taunya kami masih beda agama. dan berapa ratus kali
pula saya di rayu untuk pindah agama.

anak saya tentu saja ikut hindu, walau sempat dipertanyakan, oleh ibu mertua saya. dan saya jawab dengan tegas, untuk anak saya, tentu orang tua nyalah yang tau
yang terbaik buat anaknya.

soal anak anda harus bersikap tegas. karena anak dari kecil sangat gampang untuk di program jalan pikirannya. jadi andaikata anak anda diberikan ajaran-ajaran dari agama
lain. maka anda harus memberi contoh dari ajaran anda. jangan hanya soal ritual, berilah contoh kepada anak anda filsafat dan cerita-cerita hindu spt mahabrata, ramayana dll. yang mampu anda serap ke
kehidupan sehari-hari. niscaya seiring umur yang tambah besar dan pola pikir yang berkembang anak ibu akan mampu memilih mana yang terbaik buat dia.

kalau bisa selesaikan masal...
ari  - semua kembali ke diri sendiri   |202.152.22.xxx |2008-10-21 22:42:22
Om Swastyastu...
mbok ning, kalo boleh saya komen, dari semua tanggapan yg masuk, dan dari pengalaman temen deket saya, yg kebetulan punya pengalaman serupa dengan mbok ning, kesimpulannya adalah
semuanya harus kembali ke diri sendiri dulu, baru kemudian memikirkan anak2. Artinya gini, mantapkan dulu, mbok Ning ini pengennya spt apa?? Pengen kembali ke "selera asal"?? pengen ikut
suami?? atau pengen spt yg sekarang ini??? Pikirkan dengan hati yg jernih, tidak perlu merasa menjilat ludah sendiri, krn perasaan ini sebenarnya timbul karena kita terlalu "meninggikan"
harga diri kita.
Kalo memang keputusan mbok Ning akan kembali ke "selera asal", baru pikirkan masa depan anak, bagaiman selanjutnya. Menurut pengalaman temen deket saya itu, anak tetap harus
dilibatkan dalam pengambilan keputusan, bukan hanya menerima keputusan yg hanya diambil oleh bapak ibunya. Tentunya harus menyesuaikan dengan tingkat usia si anak tersebut. Berikan anak kebeb...
kasuari  - Ciptaan TUHAN haram?   |118.137.31.xxx |2008-10-21 14:51:08
Membaca cuplikan yang ditulis Sdr Petrus "jangan tertipu bujuk rayu musuh2 *****" agak mengerikan juga. Jadi dalam kasus ini Hindu dianggap musuh ***** . Juga dianggap musyrik,tidak
beriman,kafir dll..Budak beriman lebih baik dari perempuan "musyrik".
Padahal dalam Hindu perbuatanlah yang menentukan apakah seseorang baik atau buruk..Apakah Imam Samudra lebih baik dari
Mahatma Gandhi misalnya
Kalau karena orang tidak beragama ***** terus dibilang musyik, kafir atau haram - atau malah musuh - ,berarti begitu seorang hindu berpindah menjadi muslim maka orang
tuanya,kakak,adik nenek. kakek,dll terus dianggap kafir,musuh. dll
Yang pernah saya baca dan dengar seorang yang "beriman" tidak boleh mendoakan orang "kafir" . Berarti tidak boleh
lagi mendoakan ayah ,ibu, ataupun saudara2nya yang sakit atau leluhurnya yang sdh meninggal.
Beda kalau orang non Hindu berpindah menjadi Hindu.
Karena menurut pandangan Hindu semua mahluk adalah<...
Petrus  - Masalahnya berat   |202.155.93.xxx |2008-10-20 20:36:15
Waduw.. kasusnya berat, coba-coba bantu ehh manah nemu keluhan yang sama dari seorang Ibu. Maaf bukannya membantu, mungkin justru menambah kegelisahan:

http://jube.supersized.org/archives/ P2.html

>
Saya adalah seorang Ibu yang sedang prihatin karena anaknya sedang cinta mati dengan seorang wanita Hindu Bali yang berprofesi sebagai dokter. Anak saya kepadanya karena ia pikir jatuh hati kepadanya
karena ia cantik dan perhatian serta mempunyai jiwa penolong. Si dokter saat ini sering mengajak anak saya untuk berlatih yoga/meditasi dibawah bimbingan seorang guru Hindu di situ anak saya
ditanamkan untuk toleransi, mengasihi sesama makhluk Tuhan tanpa membedakan Agamanya, suku dll, serta diajarkan bahwa Semua agama menuju Tuhan. Rupanya ajaran-ajaran sesat ini mempengaruhi keimanannya
ia
pun seperti bertekuk lutut du bawah dokter cantik ini. Suatu saat ia meminta ijin kami menikah pertama-tama ia bilang ia ingin ikut agama si Gadis kafir tsb namun saya tolak mentah-...
Art  - Bahasa menunjukkan budaya   |202.155.14.xxx |2008-10-20 21:18:37
Kenapa hari gini masih ada kata2 "kafir" ya ?? -- Boleh gak kalau kata2 itu diganti dengan "agama lain", setidaknya lebih adem terdengar di telinga, dan gak bikin kepala orang lain
senut2 gara2 menahan diri, akibat kurang setuju dari pernyataan seperti itu.

** bahasa menunjukkan budaya **
akbar  - why??     |220.226.71.xxx |2008-10-20 23:22:32
saya malahan heran kenapa orang yang beragama yang mengakui semua adalah ciptaan tuhan masih suka mengklaim bahwa karena dia adalah agama lain maka mereka adalah orang jahat. apakah allah atau hyang
widhi atau bapak di surga atau dengan kata apapun nama tuhan itu, apakah tuhan pernah membenci ciptaannya?? kalau tuhan tidak membenci ciptaannya, terus kenapa kita sebagai makhluk ciptaan tuhan harus
membenci mereka? apakah ada agama yang membenarkan utuk membenci makhluk ciptaan tuhan? tolong di lihat terlebh dahulu dan pelajari kitab suci anda dengan seksama sebelum mengkalim orang ini adalh
fakir dan orang ini adalah meleca dsb. saya sendiri melihat kalau mereka yang berkedok ***** sama sekali tidak mengikuti ajaran Nabi muhamad dengna teliti. apakah mereka tidak kafir?? berkedok
dibalik ***** untuk membnuh jutan orang hanya untuk uang?? aakah mereka akan disayangioleh allah?
kapan dunia akan damai kalau kita masih suka cekcok antara satu agama dengan agama lain?...
mr xxx  - mr   |125.162.167.xxx |2008-12-04 21:19:14
jangan merasa punya agama paling benar
bagiku aku agama hindu adalah yg terbaik malah ***** yang paling buruk dimataku
yang salah selalu dibenarkan
dasar ngak tau diri
Paranoid  - Dilematis   |202.155.14.xxx |2008-10-20 16:21:54
Om Swastiastu,

Hmmm, mungkin satu cerita ini yang memang bisa membuat paranoid. Membuat tidur tak nyenyak, makan tak enak, dan selalu cemas. Cuman, kalau mungkin dilihat gampangnya, menurut kata
orang-orang, bahwa istri harus ikut suami. Namun, sebelum memutuskan utk menjalani kata orang-orang itu, emang harus dipikirkan baik-baik sepertinya, untuk mengurangi kedilematisan hidup di masa
mendatang.
Untuk sekarang, apakah Mbak Ning ikhlas ngelepas semua anak untuk ikut suami? atau menyerah dan memutuskan ikut agama suami? atau berniat kembali ke keluarga besar dalam artian bercerai
dengan suami dan berusaha mendapatkan hak asuh anak? atau mungkin ambil jalan tengah aja (tapi harus sama2 fair dengan suami) yaitu semua anak-anak sekolah di sekolah umum, jgn bersekolah di tempat
yang ada unsur agama tertentu. Nah, untuk pendidikan agama, mungkin perlu musyawarah dengan suami, apakah satu anak diajarkan agama Hindu, dan yang satunya agama suami. Krn kalau kedua-duanya...
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Banner

Member Login



Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday452
mod_vvisit_counterYesterday613
mod_vvisit_counterThis week3591
mod_vvisit_counterLast week4844
mod_vvisit_counterThis month22344
mod_vvisit_counterLast month31995
mod_vvisit_counterAll days142330

Online (20 minutes ago): 24
Your IP: 38.107.191.105
,
Today: Jul 30, 2010