Denpasar (Bali Post) - Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) tetap bertekad mengawal dan melestarikan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang diwariskan founding father yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 45 dan NKRI. KMHDI juga tetap memposisikan diri sebagai organisasi independen dan tidak berafiliasi pada salah satu parpol. Penegasan itu disampaikan Pimpinan Pusat KMHDI Sures saat memberi sambutan pada pembukaan Mahasabha (Kongres) VII KMHDI di Art Center Taman Budaya Bali Kamis (29/7) kemarin. Mahasabha yang dibuka Ketua DPR RI Marzuki Alie itu berlangsung hingga 1 Agustus 2010 mengusung tema "Internalisasi nilai-nilai kepemimpinan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika menuju Indonesia jaya". Kegiatan itu diikuti 200 peserta delegasi dari 30 PC dan PD KMHDI se-Indonesia. Serangkaian mahasabha juga diisi kegiatan donor darah, penanaman pohon upakara dan penebaran benih ikan. Kata Sures, generasi muda Indonesia telah diwariskan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun belakangan, nilai-nilai empat pilar itu ternyata tidak terimplementasikan dengan baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Akibatnya, banyak persoalan menimpa bangsa. "KMHDI bertekad mengawal empat pilar bangsa tersebut," katanya. Dalam kesempatan itu ia menitip pesan kepada Ketua DPR RI agar pendidikan dalam rangka pembentukan karakter bangsa tetap menjadi perhatian pemerintah. Diharapkan tidak terjadi lagi ganti menteri ganti kurikulum, yang justru dapat membebani masyarakat. Perda-perda yang menyimpang dari empat pilar tersebut juga hendaknya ditertibkan.
Menanggapi hal itu Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan nilai-nilai Pancasila dan bhineka tinggal ika perlu dihayati dan diamalkan. Bukan hanya dihafal. Jika nilai-nilai itu dipraktikkan semuanya akan berjalan baik. Tidak akan ada diskriminasi, tidak ada fitnah dan sebagainya. Empat pilar--Pancasila, UUD 45, bhineka tunggal Ika dan NKRI-- hendaknya betul-betul dijadikan fondasi bangunan berbangsa dan bernegara. ''Jika kita mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, urusan negara akan mudah diselesaikan. Kita memang berbeda, tetapi perbedaan itu merupakan rahmat Tuhan Yang Mahaesa. Perbedaan atau keragaman itu mesti bersinergi menjadi satu bangsa yang maju,''katanya.
Gubernur Bali dalam sambutannya dibacakan Wagub Bali AA Puspayoga berharap KMHDI mampu mensinergikan nilai-nilai tradisi dan nilai modern dalam menjalankan roda organisasi. KMHDI hendaknya dijadikan wadah untuk melatih diri menjadi generasi muda Hindu yang subudi.




BALIKPAPAN - Salah satu upacara ritual umat Hindu Bali yakni Ngaben atau pembakaran jasad pada Jumat (23/7) berlangsung di Balikpapan. Untuk di Kota Beriman sendiri, ritual Ngaben itu baru pertama kalinya berlangsung, sementara di Kaltim sudah ketiga kalinya dilaksanakan. Rituan ngaben kemarin berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Terpadu Kilometer 15 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.
TEMPO Interaktif











