Dieng tidak terawat dengan baik

E-mail Print PDF

Rerentuhan Candi Dieng Wonosobo. (putradaerah.wordpress.com)WONOSOBO - Kawasan Dieng diyakini sebagai tempat persemayaman para dewa dinilai tidak terawat dengan baik. Hal itu disampaikan sejumlah pejabat Pemprov Bali saat berkunjung ke sana.

Kunjungan tersebut sebagai tindak lanjut perencanaan pembanguan persemayaman air suci, yang digagas Pemda Wonosobo beserta Pemprov Bali setahun yang lalu.

"Saya hanya bisa gelenggeleng kepala melihat Dieng, karena masyarakatnya tidak ramah terhadap lingkungan.Kalau saja terawat dan tertata dengan baik, harusnya Wonosobo ini bisa lebih kaya dari pada Bali," tutur Pedanda Hindu, Ida Pedanda Gede Made Gunung.

Dia menjelaskan mestinya ketika wisatawan mancanegara sudah datang ke Dieng, mereka lupa akan Bali.

Namun sayang, Dieng tidak tertata, bahkan saat memasuki objek itu, wisman sudah disambut bau tidak sedap."Potensi Dieng luar biasa.

Selain alam yang sejuk, juga aura mistiknya sangat kuat, bahkan lebih kuat dari yang ada di Bali," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Joko Wiyono menjelaskan kewenangan pengelolaan dan pembangunan wisata Dieng, ada pada pemerintah provinsi. Sedangkan pemda hanya memberikan dana pendamping pembangunan sesuai kebutuhan.

Perhatian Khusus
"Harusnya Pemprov Jateng memberikan perhatian khusus terkait keberadaan Dieng, karena lokasi itu merupakan memiliki potensi wisata yang luar biasa dan sulit ditemukan di daerah lain.Sayang jika tidak dimaksimalkan keberadaannya," tandasnya.

Dia berharap ada perhatian yang berkesinambungan antara gubernur yang satu dengan penerusnya. Karena jika pembangunannya dibebankan pemda, tidak akan mampu."Jika Dieng dibiarkan seperti itu maka sulit untuk dikembangkan, " pungkasnya.

Semedi
Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, Aziz Wijaya menyampaikan kunjungan para pejabat dan rohaniawan Hindu Bali, di samping meninjau lokasi tempat perencanaan pembangunan persemayaman air suci, tapi juga untuk bersemedi di Gua Semar dan Gua Sumur. Di dalam gua tersebut terdapat air suci yang akan dipersemayamkan.

"Air suci tersebut merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk ritual umat Hindu di Bali.

Jadi ini merupakan peluang pengembangan pariwisata di Dieng," tandasnya.

Menurut Aziz, pemilihan lokasi dataran tinggi Dieng sebagai tempat persemayaman air suci, berdasarkan kajian sejarah bahwa awal mula peradaban Hindu yang kemudian dikembangkan di Bali, berasal dari Dieng.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Banner