MENGGALA – Bupati Tulangbawang Dr. Hi. Abdurachman Sarbini dan istrinya, Dra. Hj. Sri Adhyati Rachman, kemarin mendapat gelar kehormatan dari masyarakat Bali. Abdurachman Sarbini mendapat gelar Pelingsir Krama Wicaksana, sementara Sri Adhyati Rachman mendapat gelar Pelingsir Putri.
Pemberian gelar ini kemarin berlangsung di anjungan Rumah Adat Bali, tepatnya di Kampung Cakatraya, Kecamatan Menggala Timur. Prosesi acara ini berlangsung sejak pukul 09.30 WIB dengan disaksikan tidak kurang dari seribu orang.
Turut hadir dalam acara ini Bupati Klungkung I Wayan Candra, S.H., M.H.; Pj. Bupati Tuba Barat Bachtiar Basri, M.H.; dan Pj. Bupati Mesuji Drs. Ruswandi Hasan, M.M. Selain itu, juga nampak seluruh anggota muspida Tuba, pejabat di lingkungan Pemkab Tuba, serta masyarakat Bali yang ada di Tuba, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Sekadar diketahui, di lokasi ini selain rumah adat Bali, juga telah berdiri megah miniatur Kerajaan Tuba, rumah adat Batak, rumah adat Sumatera Barat, dan rumah adat Jawa.
Prosesi pemberian gelar kemarin dihadiri Ide Pedande Gde Made Gunung, sesepuh masyarakat Bali. Ia duduk di panggung yang terletak di depan, tepatnya di samping panggung Mance –sapaan akrab Abdurachman Sarbini– sebelum mendapat gelar. Di bagian timur juga terdapat sejumlah tokoh masyarakat Bali dari berbagai daerah di Lampung.
Mance ditemui usai penobatan dirinya dan istri sebagai masyarakat Bali mengaku bahagia dan bangga. Karena tidak semua orang bisa mendapat gelar kehormatan seperti dirinya. Sebab, harus melalui proses penilaian yang sangat panjang dan valid. Ia yakin dengan dukungan sekitar 31 ribu masyarakat Bali di Tuba, Mesuji, dan Tuba Barat, pembangunan di tiga daerah tersebut akan cepat berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat.
’’Saya bangga karena saya orang Lampung yang telah pula menjadi orang Bali. Dengan demikian, makin banyak saudara saya dari berbagai suku lainnya,” katanya yang langsung disambut aplaus meriah dari undangan yang hadir.
Sebagai orang Bali, Mance mengaku berkomitmen akan selalu mengayomi dan melindungi masyarakat Bali yang ada di Tuba. Karena itu, ia meminta agar masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan yang sedang dan akan dilakukan.
Sementara itu, Bupati Klungkung Wayan Candre, S.H., M.H. kemarin juga mengaku senang atas pemberian gelar kepada Mance dan istrinya. Menurutnya, komitmen Mance terhadap masyarakat Bali tidak perlu diragukan lagi. Terbukti dengan banyaknya bantuan yang diberikan untuk kepentingan umat Hindu di Tuba. Ia berharap agar masyarakat Bali yang ada di Tuba dapat membantu lancarnya pembangunan dan mengungkapkan berbagai permasalahan yang perlu diketahui pemimpinnya (Mance, Red).
Ia berharap agar masyarakat Bali di Tuba dapat menunjukkan kreativitas, kesatuan, persatuan, dan dukungan terhadap pembangunan daerah. Ia yakin masyarakat Bali yang terkenal dengan adat dan budayanya mampu menjadikan Tuba sebagai salah satu daerah tujuan wisata.
Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia Tuba Nyoman S. mengatakan bahwa pemberian gelar tersebut karena masyarakat Bali di Tuba melihat komitmen yang tinggi dari bupati Tuba terhadap masyarakat Bali di Tuba.