KOMPAS.com - Dalam penelitian yang dilakukan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur pada tahun 2000, ditemukan banyak situs Hindu di zona satu hingga zona lima kawasan Candi Borobudur. Sebagian besar situs tersebut dibuat dari batu bata merah.
"Ini menunjukkan bahwa di masa itu, Candi Borobudur sendiri dikelilingi banyak situs, termasuk candi Hindu," ujar arkeolog Balai Peninggalan Konservasi Borobudur Wiwid Kasiyati, Jumat (4/2).
Menurut Wiwid, banyak peninggalan tersebut kini masih berada di rumah-rumah penduduk. Oleh warga, benda-benda purbakala ini bahkan dijadikan tiang penyangga rumah, atau penyusun tangga.
Temuan benda-benda purbakala peninggalan Hindu ini banyak ditemukan di Kecamatan Borobudur, Tempuran, Salam, serta di daerah lereng Gunung Merapi seperti Kecamatan Dukun dan Sawangan.
Peninggalan Hindu Ditemukan di Tepi Kali Progo
Benda-benda purbakala peninggalan Hindu ditemukan di tepi Kali Progo dan kini disimpan di rumah milik seorang warga, Sarwono, di Dusun Brangkal, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Peninggalan purbakala tersebut terdiri atas lingga, yoni, arca Syiwa, dan sekitar 15 batu bata merah. Sarwono mengatakan, benda-benda kuno itu ditemukannya tahun 2003. Sejak itu dia kerap didatangi para kolektor dan pedagang dari Magelang dan Yogyakarta. ”Mereka semua berminat membeli arca Syiwa dan rata-rata berani menawarkan harga hingga di atas Rp 20 juta,” ujarnya, Kamis (4/2) di Magelang. Sarwono menyimpan arca Syiwa di dalam rumahnya, sedangkan 15 keping batu bata serta lingga dan yoni disusun dan diletakkan di halaman rumahnya yang terletak di tepi Kali Progo. Sarwono menyatakan akan tetap kukuh menyimpan arca tersebut. Tatak Sariawan, warga desa lainnya, mengatakan, selain benda purbakala yang ditemukan Sarwono, beberapa orang juga menemukan piring dan peralatan dapur kuno yang terbuat dari tanah liat. Benda-benda itu juga ditemukan di tepi Kali Progo.
| Comments |
|
















