WHDI Lakukan Pendataan

E-mail Print PDF

Para wanita muslim biasa bersilaturahmi lewat majelis taklim. Nah, bagi yang beragama Hindu, organisasi serupa sama dengan perkumpulan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI). Baru terbentuk tahun ini juga. Apa saja yang akan dilakukan?

A REIZA PAHLEVI-Palembang

WHDI Lakukan pendataanPengamanan ketat begitu terasa di kompleks perwira Kesdam atau yang biasa disebut Benteng Kuto Besak (BKB) menuju kediaman dr Anak Agung Ayu Yuli Indriani MKM, sekretaris Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Sumsel, kemarin (8/3). Hanya, ketika sudah bertemu dengannya, kesan ramah mampu menghilangkan sedikit rasa jenuh.
“Ini ya, yang menghubungi saya tadi,” ujar Indriani kepada wartawan koran ini. Tak lama datang seorang tamu yang merupakan Ketua WHDI Sumsel, AA Sunaryati Rudi. “Om swastiastu,”  ujar Sunaryati, ketika masuk ke rumah Indriani. Kalimat tersebut merupakan salah satu ucapan antarumat Hindu yang berarti salam kepada setiap umat Hindu. Hal tersebut lumrah diucapkan di Bali. ”Kalau di Sumsel mungkin masih asing ya, Mas,” tutur Sunaryati lagi.
Indriani menimpali, umat Hindu di Sumsel sekitar 500 ribu kepala keluarga (KK). Tersebar di tiap kabupaten/kota. Namun, bagi wanita yang masuk dalam keanggotaan WHDI Sumsel masih minim. Saat ini saja, untuk Kota Palembang hanya tercatat 83 orang.
“Kalau se-Sumsel belum ada data, terutama wanitanya. Pendataan tersebut merupakan visi misi WHDI 2009-2014. Langkah awal kita akan melakukan pencarian semacam kader yang akan membentuk pengurusan di tiap kabupaten/kota,” beber Indriani.
Kabupaten dimaksud, yakni Muara Enim yang akan dilakukan pelantikan pada April mendatang. Kemudian, di OKU Timur. Yang masuk keanggotaan WHDI adalah umat Hindu yang  berusia di atas 18 tahun.
Menurut Sunaryati, beragam kegiatan ada di organisasi wanita Hindu tersebut. Mulai  bidang agama, ekonomi, budaya dan sosial serta seksi konseling dan advokasi. Tiap minggu biasanya mereka bertemu. Ya, sekadar kumpul-kumpul hingga melakukan beragam kegiatan dan hanya ngobrol-ngobrol di Pura Agung Sriwijaya, Jl Seduduk Putih.
Katanya, untuk periode yang baru ini, pendataan sangat penting guna menginventarisir masyarakat khususnya wanita Hindu. Bergabung dan menjalankan kebudayaan Hindu secara bersama-sama. Kemudian menjalankan visi dan misi ke depan. “Kita tiap hari raya umat Hindu, selalu melakukan kegiatan seperti amal. Di samping, kegiatan peribadatan,” tambahnya.
Saat ini, masyarakat yang beragama Hindu bisa membaur dengan masyarakat lain yang berlainan suku dan agama. “Kita tidak melakukan pengelompokan-pengelompokan,” ujar  perempuan kelahiran Denpasar, 8 Maret 1953.
Keanggotaan di WHDI, tambah dia, merupakan suatu keanggotaan dimana seorang istri yang ikut suami dalam pekerjaannya, kemudian bergabung dan melakukan aktivitas sosial dan sebagainya di tempat ia menetap. “Kita biasa berpindah-pindah, tergantung dari suami bertugas di mana. Asal saya sendiri dari Bali. Selain itu, wakil sekretaris yang sebelumnya akan dilantik terpaksa tidak dilantik karena suaminya pindah tugas ke daerah lain,” cetus wanita yang tinggal di Palembang sejak 1973 lalu.
Soal kegiatan, tambah dia, WHDI juga memperkenalkan budaya umat Hindu melalui pendidikan berupa tarian, keagamaan dan budaya lainnya. “Tim tari kita juga pernah melakukan peragaan tari di Kantor Gubernur, kemudian dalam acara perkawinan dan di mal-mal,” ungkapnya.
Dikatakan, dalam perayaan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932 yang jatuh pada 16 Maret nanti, beragam kegiatan akan dilakukan. Mulai dari aksi donor darah, kemudian potong gigi masal dan sebagainya. Untuk pelaksanaan Nyepi sendiri, seluruh masyarakat yang beragama Hindu harus melakukan Catur Brata Penyepian, seperti Amati Geni (tidak menyalakan api), kemudian Amati Lelungan (tidak bepergian), Amati Lelanguan dan Amati Karya (tidak bekerja). “WHDI terlibat dalam semua kegiatan ini,” tandasnya.

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Banner