Sayang si bayi belum bisa "curhat"

Posted by: Putu

Tagged in: Jejak pikiran

Ketika menyetrika sebuah baju, dan melirik ke sebuah tumpukan, pertanyaan lawas terbersit kembali “kok putih semua ya bajunya?” Hmmm..... itu karena memang aku pencinta warna putih alias polos. Kedua, dari warna itu tiba-tiba teringat akan sebuah tumpukan di masa lalu, yaitu tumpukan baju bayiku yang semuanya juga berwarna putih. Kemudian dari sana, pikiran diingatkan kembali akan “seni” sebuah kelahiran. Dulu, ketika orang-orang di rumahku lahir ke dunia fana ini, semuanya memiliki cerita unik bin mengundang tanya. Dan kesimpulan pun terambil bahwa, kelahiran itu tidak boleh dipaksakan atau “pihak” yang hendak lahir ke dunia ini memang sudah memilih waktu yang tepat untuk dia “nyemplung” ke lorong kelahiran. Tapi ada juga kemungkinan dipaksa “nyemplung” meski waktunya tidak diinginkan, seperti si patkai di film kera sakti. Terlepas dari semua itu, pikiran kembali melayang ke masa sekarang, dimana sebagian besar orang-orang di sekitarku yang melahirkan, melahirkan dengan cara “terencana” atau sometimes called “sesar” (gak tahu juga tulisan betulnya bagaimana, yang pasti perut sang ibu dioperasi dan anaknya diambil oleh pak dokter dari lubang perut itu). Nah, terkait dengan cerita bahwa “pihak” yang hendak lahir ke dunia ini memang sudah menentukan jadwal kelahirannya, pas gak ketika seorang ibu atau keluarganya dengan sengaja memilih hari baik untuk kelahiran sang bayi, dengan cara mengatur jadwal operasi tersebut??? (menurutku pribadi, gak terlalu pas rasa-rasanya). Dalam teori paranormal and occult, mungkin pernah disampaikan bahwa kelahiran seseorang menentukan masa-masa dalam perjalanan hidupnya. Meski teori “takdir ditentukan oleh dirimu sendiri” selalu benar adanya, but there always factor “x”. Lalu..... kesimpulannya apa?? Aku belum menemukan kesimpulannya terus terang, karena lahir ke bumi itu kan ada visi dan misinya, dan jadwal “penerbangan” dari alam sana ke bumi juga udah terjadwal, namun kok masih ada yang berminat melahirkan bertepatan dengan hari-hari special di bumi ini. Apakah si “pihak” yang lahir benar-benar menginginkan lahir di hari itu??? Sayang si bayi belum bisa curhat mengenai hal ini. So, just look inside and enjoi(pake i)
Comments (1)Add Comment
0
...
written by Luh Ning, February 21, 2010
Back To karma !!! ????>smilies/sad.gif

Write comment

busy